Mempelajari, mengidentifikasi kebutuhan, serta menempatkan bakteri dalam pengetahuan. Fisiologi bakteri akan memungkinkan mengoptimasi analisa kondisi bakteri, tetapi juga akan megidentifikasi media yang lebih tepat guna untuk melawan perkembangbiakan mereka.
Nutrisi
Definisi
Perlunya nutrisi yaitu elemen-elemen yang mutlak perlu dalam kehidupan dan pertumbuhan bakteri.
Sumber Energi
Pada segala sesuatu yang hidup/bernyawa, energi tersimpan didalam bentuk ATP, yang asalnya dapat kita bedakan:
Fotofora Bakteri
Fotofora bakteri akan menggunakan energi cahaya seperti yang dibutuhkan tumbuhan yang kemudian mengasimilasi klorofil dan merubahnya menjadi energi yang bersifat kimia dalam bentuk ATP.
Kimiatropik Bakteri
Untuk kimiatropik bakteri, sumber energi berasal dari yang bersifat kimia; kita akan mensintesa ATP dengan membawa elektron-elektron yang disebut" Rantai pembawa elektron". Pada mulanya suatu rantai, kita mempunyai beberapa donatur elektron; komposisinya organik. Glukosa adalah donatur dasar. Penerima/hasil akhir nya berbeda; sehingga fermentasi hasil akhir nya adalah komposisi organik, dasar fosforilasi baru. Ada beberapa bakteri laktosa dan beberapa bakteri anaerob. Kemudian pada penyerapan, sintesa ATP berproduksi setelah fosforilasi yang bersifat oksigen dengan dua hasil akhir; ada oksigen yang menerima elektron dan sebuah respirasi aerob (dengan jumlah besar yang beberapa macam), ada penerima akhir yaitu suatu komposisi mineral dengan oksigen yang berbeda dan dapat dikatakan respirasi anaerob.
Dapat kita bedakan menjadi 3 grup:
- Bakteri aerob atau murni aerob
- Bakteri anaerob
- Bakteri aero-anaerob fakultatif
Sumber Karbon
Dapat kita bedakan:
- Bakteri autotrof "dapat memberi makan dirinya sendiri" berdiri sendiri, dapat bersintesa terus beraturan, bakteri yang berimpilikasi pada sistem biologis yang besar.
- Bakteri heterotrof yang sumber karbon nya secara otomatis berkomposisi organik seperti glukosa, alkohol, organik acid/asam. Beberapa telah bisa digunakan untuk penurunan hidrokarbon untuk melawan polusi.
Faktor-Faktor Pertumbuhan
Terdiri dari komposisi yang akan menjadi mutlak diperlukan untuk pertumbuhan karena bakteri tidak memerlukan rantai sintesa pada beberapa komposisi. Salah satu faktor dapat menjadi suatu jenis dan bukan yang lain (faktor identifikasi dan diferensiasi)
Kita dapat membedakan bakteri heterotropik diantaranya:
Bakteri prototropik yang tidak memerlukan faktor-faktor pertumbuhan, mereka berotonomi.
Bakteri auxotropik, adalah penanda auxotropi dan memerlukan beberapa jumlah faktor pertumbuhan (asam amino, purin dasar atau pirimidin atau vitamin) sebagai asam paraminobenzoic adalah suatu faktor pertumbuhan dalam bakteri jumlah besar, dan memungkinkan sintesa dasar purin dan pirimidin.
Anti bakteri yang disebut sulfamilamida adalah suatu struktural analogi faktor pertumbuhan yang bisa digunakan dalam rantai sintesa. Dapat menghentikan metabolis sintesa. Adalah anti bakteri yang dapat bertidak melalui struktural analogi, bakteri bebas dengan dasar purin dan pirimidin yang dapat membelah sendiri.
Sumber Nitrogen
Nitrogen adalah suatu komposisi organik dan dapat ditemukan pada organisme atau pada medium kultur (sel amoniak, protein).
Ada di dalam bakteri tanah dengan pembentukan/pemasangan nitrogen yang akan memperkaya dan meningkatkan nitrogen dalam tanah.
Faktor-Faktor Fisio-Kimia
Temperatur suhu
Optimal temperatur mendekati suhu 37°C pada kebanyakan bakteri, dapat kita bedakan :
Bakteri mesofilik hidup pada berbagai suhu antara 20°C dan 37°C dengan optimal suhu sampai 37°C.
Bakteri termofilik, temperaturnya harus antara diatas 40°C dengan kisaran variabel 40°C - 50°C (berpengaruh pada pengawetan susu dan makanan dengan pengawet). Beberapa berada pada dasar laut, hidup dengan temperatur diatas 90°C; sehingga fungsional enzim temperaturnya meningkat dan digunakan untuk amplifikasi dengan PCR, sebagai contoh bahan polimer.
Bakteri sirofilik, senang pada suhu dingin, pada temperatur 4°C - 0°C, namun pada matabolisme yang jelas dan terlihat.
Bakteri psikrofilik, yang bersituasi dibawah suhu 20°C, akan secara jarang langsung menjadi bakteri patogen tetapi akan bertanggung jawab pada alterasi produksi secara biologis sebagai darah yang bermultiplasi sendiri pada prosesnya, namun multiplikasi itu luar biasa.
Listeria yang menyebabkan listeriosis adalah psikrofilik, multiplikasi nya pada suhu dibawah 20°C.
Yersinia memultiplikasi dirinya sendiri pada temperatur relatif dasar. Pada kuantitas yang melimpah pada produksi makanan.
Pada kebalikan nya, ada beberapa bakteri yang dapat dihancurkan dengan panas ; sterilisasi dengan panas terik sampai 180°C atau dengan panas lembab sampai 120°C selama 30 s/d 50 menit.
Susu yang di pasturisasi, dengan pemberian panas UHT, untuk menghancurkan bakteri.
pH Bakteri
pH mendekati 7 pada mayoritas bakteri. Kita menggunakan banyak buffer. Kita membahas berbagai macam bakteri yang berada pada pH alkalin optimal seperti vibrio kholera dengan pH 8,5 sampai 9, dan bakteri acidofilik seperti laktobasilus yang berkembang sampai dengan mendekati pH 6.
Kadar oksigen
Sama dengan potensial reduksi oksidasi. Kita menggunakan suatu media kultur yang berisi keseluruhan substansi larutan oksigen dan membuatnya pada suatu gradasi oksigen.
Bakteri akan mempunyai suatu bentuk tingkah laku yang berbeda.
Ketika bakteri berkembang dengan sendirinya pada suatu permukaan; adalah bakteri MURNI AEROB.
Jika bakteri berkembang dengan sendirinya pada kedalaman dimana sangat sedikit O ; adalah bakteri MURNI ANAEROB. O2 nya adalah racun.
Beberapa bakteri menempati seluruh tabung, adalah dikatakan bakteri AERO-ANAEROB fakultatif; nutrisi membawa sampai kondisi mendidih untuk menangkap…
Pada akhirnya, beberapa hidup sampai selebar permukaan tabung, ini adalah bakteri MIKRO-AEROFOLIK; bakteri ini membutuhkan beberapa kadar O2.
Karena itu pada pengetahuan tentang bakteri, harus menggunakan dispositive/alat untuk menangkap O2, bakteri memilih dirinya sendiri untuk perkembangan yang baru.
Kadar CO2
Beberapa macam bakteri mempunyai pertumbuhan favorit dengan kadar yang kuat pada CO2, seperti gonokokus, meningonokokus (bertanggung jawab untuk meningintis cerebrospinal), brucella (bertanggung jawab untuk brucelossis)
Pertumbuhan Bakteri
Membahas tentang multiplikasi, satu bakteri tidak pernah terisolir, bakteri selalu ada pada suatu populasi. Kita mempertimbangkan selalu suatu populasi.
Penambahan jumlah bakteri memungkinkan mempertimbangkan seperti penambahan massa bakteri, hasil divisi dengan pembelahan. Bakteri yang terisolir akan menambah ukuran nya sebelum membelah menjadi dua.
Kita dapat mengapresiasikan pertumbuhan bakteri; pada suatu media likuid, akan menjadi masalah, pada suatu media solid gelulosa dan substansi nutrisi, pertumbuhan menyatakan sendiri pada keberadaan koloni yang terlihat dengan mata telanjang.
Untuk pengukuran, dengan media likuid, kita mengukur kepadatan optik pada spektropotometer, penghitungan dengan menggunakan mikroskop dengan syarat seluruh bakteri telah terhitung apakah bakteri itu terlihat atau tidak.
Perhitungan bakteri yang hidup dilakukan dengan pengenceran dan diletakkan pada media solid dan menghitung jumlah koloni yang terdesak.
Bisa juga menggunakan massa bakteria.
Karakteristik Pertumbuhan
Waktu bergenerasi adalah waktu dimana meletakkan bakteri untuk memberikan 2 bakteri (♀), yang interval waktu nya antara dua divisi yang sukses. Ada banyak variabel yang dihasilkan oleh kondisi kultur dan dari berbagai jenis.
Colibassilus mempunyai waktu generasi 40 sampai dengan 60 menit. Selama 20 menit pembelahan.
Mikobakteria tuberkulosis (BK) akan membelah diri selama 900 menit pada kondisi optimal.
Basillus lepra mempunyai waktu generasi 12 hari,
Menilai dari pertumbuhan bakteri, jumlah pembelahan dengan satuan waktu. Untuk colibassilus = 1, untuk BK = 1/15. Satuan nya adalah jam.
Pertumbuhan Bakteri Normal
Kita dapat membagi pertumbuhan bakteri dengan beberapa fase:
- Fase penyesuaian diri: memungkinkan lebih atau kurang pemanjangan oleh kondisi preseden dan penggunaan souche/ketegangan. Hal tersebut menjawab adaptasi bakteri pada kondisi kultur, temperatur dan waktu sintesa, para enzim mutlak diperlukan. Bisa dinilai, pertumbuhan ini adalah nol.
- Fase II: Fase akselerasi: memulai pertumbuhan aktif, sintesa yang mempunyai maksimum dan penilaian bakteri tersebut dari pertumbuhannya akan menambahkan pencapaian nilai yang lebih meningkat.
- Fase III: Fase pertumbuhan eksponensial: seluruh skema berjalan, menilai pertumbuhan lebih meningkat untuk kondisi, jumlah bakteri yang bertambah pada kemajuan geometris.
- Fase IV: Fase penurunan: menilai pertumbuhan yang akan berkurang dan ditemukan kembali oleh basis baru. Itu adalah akhir dari fase eksponensial.
- Fase V: Fase stationer: menilai pertumbuhan = 0 dan jumlah bakteri mencapai nilai optimum nya. Hasil maksimum adalah terikat pada kualitas media kultur.
- Fase VI : Fase lisis : sesuai usia media kultur. Memungkinkan menjadi lebih atau berkurang nya intens/kekuatan, mengikuti beberapa jenis bakteri. Ketika media aus/lelah, tidak mempunyai lebih pertumbuhan aktif. Berhentinya pertumbuhan adalah jatuh tempo yang mempunyai kelelahan substansi nutrisi, modifikasi kondisi metabolis, akumulasi produksi racun. Jika kita memelihara media/lingkungan yang sehat, mungkin kita selalu pada pertumbuhan eksponensial.



Comments
RSS feed for comments to this post.