Minggu, Mei 20, 2012
   
Text Size

Permulaan refleks postural tonik servikal dan labirin

Permulaan refleks postural tonik servikal dan labirin berpartisipasi mempertahankan keseimbangan posisi.

Pengelihatan turut serta mempertahankan keseimbangan postur untuk mengenali lingkungan dan interaksi antar informasi dari otot-otot motorik mata dan inti vestibular, oksipital dan korteks parietal.

Keterlibatan reseptor pada telapak kaki (Pacini) bertindak mendukung satu sampai dua bi-pedal. 
Ada dua pengelihatan melalui retina : suatu pengelihatan pusat untuk membaca dan melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi yang digunakan untuk mengenali sesuatu lingkungan (pengenalan vertikal dan non horizontal);  sesuatu yang penting yang lain, yaitu pengelihatan tepi karena ketika bergerak, tetap pada titik vertikal dan yang lainnya pada titik maju dan mundur. Aliran visual memberikan informasi tentang seberapa cepat kita bergerak dan partisipasi pada bagian tertentu pada keseimbangan postur saat kita berjalan.


Permulaan refleks postural servikal

Melalui penelitian


Ketika kita menggerakan kepala, kita mengerahkan pula artikulasi leher dan aparatus labirin. Maka, untuk mempelajari pergerakan leher, diperlukan suatu subjek penyakit labirinitis (pada hewan) atau hewan yang baru lahir yang belum mempunyai pola motorik penting.

Pergerakan leher mengubah tonus otot ekstremitas. Hiperekstensi leher menyebabkan perpanjangan fleksi ekstremitas atas dan bawah; kejadian fleksi menyebabkan fleksi pada ekstremitas atas dan perpanjangan pada ekstremitas bawah.

Pada manusia dengan subjek penyakit labirinitis, telah mempunyai kesulitan untuk berdiri. Adapun alasan-alasan penyebab-nya :

  • agenesis labirin : pada saat kelahiran (bayi)
  • pada saat pengobatan, menyebabkan degenerasi laboratorium seperti antibiotik (aminoglikosida) yang menyebabkan masalah pada telinga dalam (rata-rata kejadian).
  • Pada saat pengobatan kanker neuroma akustik, mengakibatkan OM menjadi rusak.

Pada subjek yang diamati :

    • hiperekstensi pada 4 ekstremitas dalam hiperekstensi pada kepala.;
    • fleksi pada 4 ekstremitas dalam fleksi pada kepala.;
    • rotasi badan pada sisi yang sama dengan rotasi leher.;
    • pemiringan kepala menyebabkan perpanjangan sisi yang sama dan menyebabkan fleksi pada sisi yang berlawanan dengan tubuh.

Karakteristik-karakteristik


Ada beberapa reseptor pada tingkatan sendi/artikulasi C1-C2 (ligamen dan sendi facet) yang  mempunyai relasi dengan afaren kaliber besar. Afaren-afaren tersebut memasang kembali sumsum tulang belakang untuk kembali ke otak di inti vestibular. Pengembalian inti tersebut mengirimkan berkas untuk turun ke lapisan dasar yang berbeda pada sum-sum : berkas tersebut adalah vestibulo-spinal. Oleh karena itu, refleks polisinaptik yang memasang kembali beberapa struktur subkortikal (loop panjang). Pada mulanya, refleks ini dominan pada otot-otot postural berwarna merah. Seperti otot trisep yang mencakup dua bilah otot yaitu (gastrocnemius) dan otot merah (soleus). Mulai dengan suatu tegangan rendah dan fleksi pada leher (yang memperpanjang tubuh bagian bawah) didominasi oleh otot merah.  Selain itu adanya waktu tersembunyi yang relatif lama; disebabkan refleks polisinaptik menjadi suatu loop panjang.
Organisasi
Berkas vestibulo-spinal diaktifkan oleh afaren servikal yang mendistribusikan dengan cukup pada afaren motoneuron δ sebagai motoneuron α. Jika pada bagian cabang posterior akar syaraf tulang belakang terkait dengan refleks soleus, mempunyai kecenderungan menghilang. Maka aktivasi otot tidak langsung melalui saluran refleks myotatis. Ketika akar syaraf tersebut adalah fleksi leher utuh, menyebabkan perpanjangan dan aktivasi mendalam dari afaren poros soleus. Pada saat akar syaraf tersebut dipotong, selalu ada aktivasi dari afaren berbentuk gelondong tapi tidak ada perpanjangan. Oleh karena itu, ada aktivasi otot α, saluran myotatis yang harus diawetkan, [afaren...inti vestibular...berkas vestibulo-spinal....waktu....afaren...motoneuron]. Adalah permulaan refleks servikal. Jika ada bagian berkas vestibulo-spinal tidak jatuh secara langsung melalui  α, tetapi melalui δ.

Permulaan refleks postural labirin

Proyeksi  vestibulo-spinal:


Inti vestibular menerima bermacam informasi : otolit dan ampula. Kedua hal tersebut me-relay otak kecil dengan sendi servikal. Inti vestibular memproyeksikan motoneuron ekstensor dan motoneuron δ.  Informasi labirin mengaktivasi berkas vestibular dan mempunyai kemampuan membangkitkan dengan baik motoneuron α daripada motoneuron ekstensor δ. Oleh karena itu, suatu sisi ekstensor yang hiperaktif memproyeksikan berkas vestibulo-spinal yang diaktifkan : mengutamakan perpanjangan homolateral. Hal ini berlaku untuk ekstensor pada tubuh bagian bawah, yaitu : tulang belakang dorsal, tulang lumbar dan tulang panggul. Namun, untuk otot-otot tulang belakang leher ditunjukkan oleh inti vestibuler pada kedua sisi (ada serat yang keluar yang melintasi garis tengah dan didistribusikan ke sisi yang berlawanan dari tubuh). Jadi tonus servikal sangat dilindungi (jika ada lesi pada suatu sisi, yang lain mengimbangi). Dari sana, asimetri postural tonik menjadi cukup langka melalui otot leher; lebih langka lagi melalui tulang lumbar dan tulang dorsal. Posisi kepala relatif cukup aman terhadap leher, jika suatu subjek memperlihatkan suatu masalah pada penggunaan kepala, permulaan-nya akan menjadi lebih serius daripada suatu asimetri yang sederhana.

Sebenarnya, saat ini ada suatu kebangkitan akan skoliosis. Salah satu penyebabnya bisa menjadi aktivasi inti vestibuler. Jika otot-otot postural lebih membentang di suatu sisi daripada ke sisi yang lain, terjadi ketegangan lebih pada suatu badan vertebrata, bisa menyebabkan deformasi pada tulang belakang pada anak yang sedang bertumbuh. Dua hipotesis telah dikemukakan untuk menjelaskan mengapa ada informasi lebih lanjut pada suatu sisi daripada sisi yang lain. Tentunya ada suatu asimetri pada tubuh (kedua matanya tidak benar-benar identik,...). Misalnya, jika asimetri struktural berada di otolit, sistem syaraf pusat tidak mampu mengimbangi, sehingga tingkat aktivasi asimetri yang menginduksi suatu kontrol tonus menjadi asimetri juga. Di sisi  lain, tercatat  80% skoliotik diperbaiki dengan menggunakan kawat gigi. Sekarang ada banyak reseptor sensorik ke gigi, gusi, pipi, dan lain-lain... Afaren-afaren di oro-wajah akan mampu me-loop melalui inti vestibular, dimana asimetri. 

Permulaan refleks postural makula

Pada suatu eksperimen, ada beberapa orang yang telah cukup mudah untuk belajar meletakkan suatu penjepit pada leher mereka dan diminta untuk melakukan gerakan kepala.

Dua percobaan telah dilakukan. Subjek telah ditangguhkan dengan memanfaatkan pada posisi vertikal dengan kepala di atas, secara spontan mengalami fleksi, dalam posisi vertikal dengan kepala di bawah, lalu mengalami perpanjangan, pada posisi horizontal bagian belakang atau pada bagian perut, kemudian mengalami posisi netral untuk sendi dan otot. Pada saat posisi Subjek berdiri (leher terjepit) dan miring ke satu sisi : secara otomatis membuat hiperekstensi pada sisi sesuai posisi miring-nya (dimana otolit ada di bawah). Pada saat itu juga, refleks otolitik berfungsi sinergi dengan permulaan refleks servikal. Pada percobaan kedua, pada kondisi merangkak, jika leher Subjek tidak bergerak, refleks servikal membatalkan refleks vestibular,  otolit menjadi sama pada kedua sisi. Jika kita menyadari ada kecenderungan dari posisi bawah/tanah dan Subjek tidak memutar kepalanya, telinga dalam bagian kiri lebih rendah karena gravitasi dan hal itu menyebabkan keparahan lebih besar. Oleh karena itu, refleks otolitik lebih mengutamakan ekstensi bagian kiri. Jika kondisi tanah tetap horizontal, dengan kepala yang di putar ke kiri, tonus tidak dimodifikasi atau sesuai dengan skema aslinya karena kita telah memiliki suatu refleks servikal dengan ekstensi pada sisi kiri.  Maka tonus tidak berubah, kedua refleks tersebut dibatalkan.

Permulaan refleks postural ampula

Permulaan refleks postural ampula sangat sulit dipelajari (dikarenakan jika Subjek memutarkan kepala dalam kondisi yang sama, akan terjadi kesalahan pada tonus muskular).
Tetapi adanya suatu hubungan vestibulo-okular yang bisa dipelajari, yaitu permulaan refleks vestibulo labirintik. Subjek ditempatkan pada kursi yang berputar (reseptor dipelajari dengan sensitivitas terhadap percepatan sudut). Diputar ke kiri, dengan fase dipercepat : pergerakkan berada dalam arah berlawanan : yang kiri ampullopète ; yang kanan ampullofuge.  Adanya aktivasi asimetrik yang menyebabkan sensasi bergerak, dan lambatnya deviasi mata pada sisi yang berlawanan dengan akselerasi. Hal ini untuk menyimpan pengaturan objek tetap. Dengan demkian,  pandangan mata dianomalikan dimana refleks visio-okular dibawa ke pandangan mata posisi pusat. Kejutan yang membawa mata pada posisi pusat disebut dengan kejutan nystagmic bagian kiri (dalam arah yang sama dengan percepatan). Jika Subjek memutar dengan kecepatan konstan, maka nystagmus tidak ada. Jika adanya perlambatan,  cairan endolymphatic berubah arah sesuai nystagmus bagian kanan.
Pada penelitian nystagmus, secara klinis ditemukan pada Subjek yang mempunyai lesi batang otak : jika nystagmus muncul dengan kerusakan pada saluran vestibulo-oskular, tetapi kita tidak dapat menemukan jika Subjek dalam keadaan sadar : sebaliknya, kita mengalirkan telinganya dengan  cairan hangat. Hal ini menyebabkan perpindahan konveksi fluida endolymphatic yang menggerakan macula yang akhirnya menyebabkan refleks.

Cara refleks  vestibulo-okular dibentuk dengan menghubungkan inti vestibular dengan inti okulomotor.  Selama percepatan bergeraknya kepala ke kanan lalu ke kiri, adanya perpindahan cairan pada setiap saluran berbentuk setengah lingkaran horizontal. Perpindahan ke kanan disebut  ampullofuge (inhibisi), perpindahan ke kiri disebut ampullopète (stimulasi).

Normalnya, inti vestibular memfasilitasi VI dan menghambat berlawanan dengan homolateral. Maka,  perpindahan melalui sisi kiri merangsang inti vestibular kiri yang memfasilitasi VI bagian kanan dan menghambat VI bagian kiri, menghambat pula inti vestibular kanan yang mengurangi aksinya  dalam  pemfasilitasan melalui VI bagian kiri dan tidak menghambat VI bagian kanan.

Menggabungkan keduanya adalah melakukan segala sesuatu untuk menggeserkan mata bagian kanan.

Add comment


Security code
Refresh

Program

Ad pop

RSS feeds